MGMP TIK SMP/MTs KOTA BALIKPAPAN

Komunitas Guru Komputer SMP Kota Balikpapan ==> MENCERDASKAN GURU

Global Conference on Open Source (GCOS) 2009 Pertemuan Bulan Oktober 2009

Posted by mgmptik on October 24, 2009

embah_gcos_560freedomJakarta, Kabarindo- Dengan dukungan dari Kementrian Ristek dan Depkominfo, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang secara resmi berdiri setahun lalu, saat ini sedang sibuk mempersiapkan sebuah perhelatan akbar dengan title “Global Conference on Open Source”. Dalam acara temu media di secretariat AOSI yang juga dihadiri oleh Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika serta Dr. Idwan Suhardi, Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI, Ketua AOSI,Betti Alisjahbana menekankan bahwa ada 5 indikator sebagai penentu keberhasilan AOSI,  yakni: Mendapatkan citra yang positif di masyarakat, Tersedia produk dan jasa Open Source, Adopsi Open Source semakin meningkat, Terbentuknya ekosistem Open Source yang saling menguntungkan, dan  Pendidikan TI di sekolah menggunakan Open Source. Lebih jauh ia mengakui bahwa kelima indicator tersebut belum ada angka pasti yang dapat dijadikan tolak ukur terhadap indikator tersebut.

Senada dengan apa yang diungkapkan ketua AOSI yang sekaligus ketua penyelenggara Global Conference on Open Source (GCOS) tersebut, Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto yang juga di aminin oleh Dr. Idwan Suhardi memberikan ilustrasi bahwa pemerintah Indonesia ssangat mendukung sekali perkembangan open source di Indonesia, terlebih dengan diselenggarakannya Global Conference on Open Source di Indonesia kali ini. Perhelatan akbar ini rencananya akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 26 – 27 Oktober 2009 dan ditargetkan akan dihadiri oleh 500 peserta, di mana 50% nya adalah delegasi dari berbagai negara di dunia. Penyelenggaraan Global Conference on Open Source (GCOS) bertujuan untuk menggalang kolaborasi internasional dikalangan pemerintah, pebisnis, akademisi dan masyarakat pendukung Open Source untuk memperkuat posisi open source dan membuatnya semakin menarik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. GCOS akan terdiri dari Seminar, Workshop dan Pameran  berbagai solusi, teknologi dan inisiatif yang menganmbil manfaat open source.

Pakar open source dari luar negeri yang secara positif menyatakan kesediaannya hadir dan menyampaikan paparannya antara lain dari kalangan pemerintahan (government) seperti MAMPU (Malaysia): Modernizing Public Service Using Open Source, USA: The Importance of Document Format on Government Task, Nanggroe Aceh Darussalam: Serving The Society Efficiently and Effectively, Ministry of Information and Communications, Republic of Indonesia: Legal and Smart Solution in Building National  ICT Capability. Pembicara dari kalangan pebisnis yang juga telah menyatakan kesediaannya antara lain; Sun Microsystems: Embrace and Extend: Making Open Source Technologies Complement Incumbent Technologies in the Enterprise, TELKOM: To Open source or Not To Open source: A CIO Strategy and Migration Methodology, IBM: Open Source Adoption in Enterprise, NTT: Big Surge in the Use of Open Source in Mission Critical Systems , dan lainnya (selengkapnya lihat di http://gcos.info).

Tak kalah menarik adalah pembicara dan topik-topik di jalur akademisi. Akan hadir diantaranya adalah dari CNRS Perancis : The Use of Open Source in the Grid Computing and Data Acquisition System in High Energy and Particle Physics Research Projects, SEAMOLEC : Prospect and Experience in using Open Source for Distance Learning, The Arnold Arboretum of Harvard University: Open Source Software and Open Data in Biodiversity Research and Education. Selain topik-topik pemerintahan, bisnis dan akademis, ada pula topik-topik open source di komunitas juga open source di dunia kreatif.

Hal yang menarik, setelah perhelatan Global Conference on Open Source juga akan diselenggarakan satu sesi khusus dengan pembicara Richard M. Stallman, sang Pencetus gerakan perangkat lunak bebas (Free Software Movement) yang juga pendiri Free Software Foundations (FSF). Richard M. Stallman adalah penulis “GNU Compiller Collection”, sebuah kompiler portable yang dapat ditujukan untuk berbagai variasi arsitektur dan bahasa pemrograman. Selain itu ia juga menulis “GNU Symbollic debugger (gdb)”, “GNU Emacs” dan berbagai program GNU Project yang sebenarnya adalah salah satu wujud usaha Stallman untuk memperjuangkan “free software”.

Keterangan lebih lanjut terkait dengan kesiapan, jadual acara serta rangkaian kegiatan GCOS, silakan kunjungi situs resminya di http://gcos.info

20091028144544-richard-matthew Stallman: Open Source Tak Bahayakan Bisnis Software

Jakarta (ANTARA News) – Pendiri The Free Software Movement, Richard Matthew Stallman menegaskan bahwa gerakan perangkat lunak bebas dan komunitas Open Source Software yang kini menggema di dunia, tidak berbahaya bagi bisnis perangkat lunak.

“Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan gerakan dan komunitas open source. Bisnis pengembangan perangkat lunak (software developing -red) tetap akan berjalan,” kata Stallman, yang sedang berkunjung ke Indonesia pada 18 Oktober hingga 2 November pada pidatonya mengenai Free Software Movement, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, bisnis pengembangan perangkat lunak mengkhususkan diri pada pelanggan tertentu yang membutuhkan software bersifat customized atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Software jenis ini berbeda dengan software sistem operasi yang harus ada untuk menjalankan komputer dan bersifat massal (misalnya Microsoft Windows Vista – red), ujarnya.

“Untuk operating system seperti ini, pilihlah yang free. Anda mendapat banyak keuntungan dengan ini,” kata hacker terkenal asal AS itu.

Stallman meluncurkan Proyek GNU pada tahun 1984 yang berbasis perangkat lunak bebas dan melahirkan sistem operasi Linux yang bebas diakses (gratis) siapa pun dan terbuka sumber-sumber kodenya (open source) sehingga bisa dikembangkan ke berbagai program software lainnya.

Sekolah ajarkan

Karena itu ia menganjurkan agar setiap sekolah di Indonesia mengajarkan mata pelajaran teknologi informasi yang menggunakan perangkat lunak dengan sumber kode terbuka dan tidak sekedar membeli perangkat lunak proprietari (berlisensi dan berbayar).

“Alasannya kenapa harus, pertama adalah uang. Sekolah tentu tidak mempunyai uang untuk membeli perangkat lunak proprietari. Sayangnya banyak sekolah tak mengerti dan tetap memakai, apa lagi promosinya begitu gencar,” katanya.

Keuntungan berikutnya bagi sekolah yang menggunakan perangkat lunak open source ini adalah membuat semua siswa menjadi programmer di mana mereka diperkenankan mempelajari sumber kode software dan kemudian belajar mengubah dan menambah-nambahnya, ujarnya.

“Hanya dengan Free Open Source Software anda bisa seperti itu. Buat apa membeli sesuatu yang rahasia dan menjadikan anda hanya sebagai pengguna terus-menerus,” katanya.

Keuntungan bagi pemerintah khususnya di negara-negara berkembang, lanjut dia, adalah kemandirian dari ketergantungan terhadap negara maju.

Ia mengandaikan AS yang ingin menyerang Venezuela melalui sistem informasinya.

“Hal itu sangat dimungkinkan, jadi mengapa tidak mereka mencoba melindungi diri dengan tidak tergantung pada negara lain,” katanya sambil menekankan pentingnya filosofi freedom (kemerdekaan) yang diusungnya dalam gerakan Free Software Movement. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: