MGMP TIK SMP/MTs KOTA BALIKPAPAN

Komunitas Guru Komputer SMP Kota Balikpapan ==> MENCERDASKAN GURU

Menunggu Kiprah Telkomsel Mengawal Long Term Evolution

Posted by mgmptik on June 27, 2010

PERKEMBANGAN teknologi telekomunikasi ternyata berkembang supercepat. Baru saja, masyarakat dibuat ’’melongo’’ dengan teknologi 3G atau generasi ketiga, kini telah muncul generasi lebih maju yakni LTE, atau long term evolution. LTE merupakan teknologi pita lebar bergerak (mobile broadband) kelanjutan dari teknologi seluler generasi ketiga (3G) dan HSDPA (high speed downlink packet access), dan HSPA + (high speed packet access plus). Banyak yang menyebut LTE ini sebagai generasi ke-4 atau 4G.

Memang, saat ini LTE belum begitu familier di telinga masyarakat, tetapi jika benar terwujud, pelanggan operator GSM mendapatkan peluang untuk transmisi data yang sangat cepat yakni 80 megabit per second (Mbps) untuk upload dan 360 Mbps untuk download. Kecepatan ini tentu masih jauh lebih bagus dari yang bisa disajikan WiMax (wireless interoperability microwave access) yang baru mencapai 35 Mbps upload dan 144 Mbps download.

Tentu sebuah kecepatan yang luar biasa, apalagi saat ini masyarakat  masih banyak yang hanya bisa menikmati kecepatan 2G (GPRS) atau maksimal 3G. Cepatnya LTE ini bisa digambarkan dengan perkiraan bahwa file yang berukuran sekitar 700 mega byte, bisa diunduh dalam waktu kurang dari satu menit dengan kecepatan 100 Mbps.

Salah satu operator di Indonesia yang paling siap memberi layanan kecepatan tertinggi ini adalah Telkomsel. Operator dengan pelanggan terbesar ini memang selalu menjadi pendobrak dalam soal teknologi seluler. Sebelum ini, Telkomsel-lah yang pertama ’’memproklamirkan’’ 3G pertama di Indonesia secara komersial pada 14 November 2006.

Selanjutnya, Telkomsel meluncurkan layanan mobile broadband Telkomsel Flash berbasis teknologi HSDPA (high speed doumlink packet access) pada 6 April 2007 serta proyek Telkomsel Next Generation Flash dengan mengimplementasikan teknologi HSPA + (high speed packet access plus) di 24 broadband city di Indonesia mulai 4 November 2009.

Nah, untuk LTE ini Telkomsel sudah memperkenalkan melalui uji coba. Operator nomor 1 di Indonesia itu melihat LTE sebagai salah satu teknologi alternatif yang dibutuhkan untuk melayani perkembangan mobile broadband khususnya untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan kapasitas dan kualitas layanan mobile broadband yang andal.

Telkomsel saat ini telah memasuki tahap finalisasi kesiapan infrastruktur teknologi yang akan diuji coba, seperti e-node B, mobility management entity (MME), system architecture evolution gateway (SAE-GW), IP multimedia subsystem (IMS), dan lainnya.

Uji Coba

Tak main-main, persiapan uji coba LTE telah dimulai sejak Januari 2010, dan diharapkan sebelum akhir semester pertama 2010 sudah dapat dilakukan uji coba download dengan kecepatan tinggi. Sebelum melakukan uji coba. Telkomsel telah melakukan pengkajian teknis maupun bisnis teknologi LTE, terutama kebutuhan akan sumber daya, seperti alokasi frekuensi untuk men-depfoy LTE, kebutuhan investasi baru bagi penyelenggaraan LTE, serta pendayagunaan investasi existing yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan implementasi LTE.

Meski teknologi ini sudah banyak ditunggu, tetapi ternyata masih ada pekerjaan rumah yang mesti dibereskan dahulu. Pertama, frekuensi yang akan digunakan untuk LTE ini masih belum bersih benar, terutama di frekuensi 2,3 GHz. Sebab, teknologi pita lebar untuk LTE ini di dunia diberi tempat di frekuensi 700 MHz, 900 MHz, 2,3 GHz dan 2,5 GHz.

Frekuensi 900 MHz sudah digunakan habis untuk GSM, sementara 700 MHz dialokasikan untuk transisi siaran televisi dari analog ke digital, dan ini mungkin baru akan bersih sekitar 10 tahun lagi. Sementara 2,5 GHz sudah digunakan untuk satelit penyiaran berdekoder, dan frekuensi 2,3 GHz dialokasikan untuk WiMax yang seharusnya sudah mulai digelar.

Kendala-kendala inilah yang tampaknya akan sedikit menghambat operator GSM untuk mengembangkan LTE, karena mereka akan terpaksa mengerahkan dana yang cukup besar.

Kemudian, apakah teknologi ini akan benar-benar dimanfaatkan oleh pelanggan. Sebab, saat ini sekitar 80 persen sampai 90 persen pelanggan seluler masih lebih suka melakukan panggilan suara dan pengiriman SMS.  Inilah tantangan yang akan dihadapi oleh operator terutama Telkomsel yang sudah paling siap.

Sarwoto Atmosutarno, Dirut PT Telkomsel mengatakan, LTE di Telkomsel masih dalam kajian dan belum dipastikan apakah teknologi ini sesuai dengan perkembangan layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Walaupun ia mengakui bahwa LTE mampu menyediakan kecepatan signifikan di atas 150 mbps, ’’Kami masih mengkaji roadmap-nya, termasuk dampaknya terhadap investasi dan tingkat pengembalian aset (RoA ñ return on asset),’’ katanya.

Jadi, kita tunggu saja kiprah Telkomsel dalam memandu perkembangan telekomunikasi di Indonesia dengan mengibarkan LTE ini lebih awal. (Arie Widiarto-44)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: