MGMP TIK SMP/MTs KOTA BALIKPAPAN

Komunitas Guru Komputer SMP Kota Balikpapan ==> MENCERDASKAN GURU

a

KADISDIK BANTAH DISKRIMINASI

Terkait Proses Pengangkatan Naban

Kaltim Post, Jum’at, 16 Januari 2009 , 10:33:00

BALIKPAPAN – Polemik pengangkatan guru honorer menjadi tenaga bantu (naban) mulai menemui titik terang. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan Sardjono mengatakan, tak ada diskriminasi dalam pengangkatan naban, seperti yang diungkapkan beberapa guru honor baru-baru ini.
Pengangkatan naban di tiap sekolah telah melalui surat keputusan (SK) Kadisdik, setelah sebelumnya diberi kewenangan oleh Wali Kota Balikpapan.
“Tak ada diskriminasi. Harus juga dipahami, pengangkatan naban tak bisa sekaligus, harus secara bertahap,” katanya kepada Kaltim Post Rabu (14/1).
Mengangkat naban, kata dia, tak bisa langsung sekaligus. Ia menargetkan, dalam jangka waktu enam bulan kedepan semua guru honorer akan menjadi naban. Tahap awal, saat ini sudah 464 orang yang diangkat, dari sekira 700 guru honorer. Bersamaan itu, Disdik saat ini tengah mengumpulkan data kebutuhan guru di tiap sekolah.
Dijelaskannya, semua guru yang diangkat menjadi naban harus membuat komitmen dengan Disdik. Misalnya, jika ada naban yang diangkat tapi belum lulus sarjana atau PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) D-2, maka ia harus membuat perjanjian bahwa ia sedang dalam masa menyelesaikan pendidikan. Hal itu, harus dikuatkan dengan surat keterangan dari fakultas tempatnya kuliah. Perjanjian lain, guru yang bersangkutan diwajibkan hanya mengajar di satu sekolah.
Ia menambahkan, jika saja mengacu pada persyaratan yang tertuang dalam SK, sebenarnya banyak guru honorer yang tak memenuhi persyaratan menjadi naban. Namun, hal itu tak bisa serta-merta diterapkan. Karena akan mengakibatkan kurangnya tenaga pengajar.
Untuk diketahui, persyaratan untuk menjadi guru di antaranya, jika guru SD, maka guru yang bersangkutan adalah lulusan PGSD. Jika SMP atau SMA, maka yang bersangkutan adalah lulusan jurusan bidang studi pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) negeri atau swasta.
Seperti diketahui, beberapa guru honorer menilai pengangkatan naban di beberapa sekolah dinilai diskriminatif. Karena, ada guru honorer yang tak memenuhi persyaratan justru diangkat menjadi naban. (far)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: