MGMP TIK SMP/MTs KOTA BALIKPAPAN

Komunitas Guru Komputer SMP Kota Balikpapan ==> MENCERDASKAN GURU

Motivasi

…..

TANGAN DIATAS :

ANYWHERE, ANYTIME,

TAKE ACTION

Mulai Sekarang Juga !


Hakim bin Hizam Radhiallaahu’anhu menuturkan:
“Aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah Shalallaahu’alaihiwasalam, beliau lantas memberikannya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikanya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikannya seraya berkata: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini manis dan indah. Barang siapa yang mengambilnya dengan kemurahan hati, ia akan mendapat keberkatan padanya. Barangsiapa yang mengambilnya dengan ketamakan, ia tidak akan mendapat keberkatan padanya. Bagaikan orang yang makan tapi tidak pernah kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.”
(Muttafaq ‘alaih)

Keinginan tangan di atas ini lumayan mulai mekar, meski banyak orang TERJEBAK.
Di antaranya terjebak karena mendapatkan persepsi bahwa tangan di atas bermakna authority/kekuasaan, ataupun ownership/kepemilikan. Mereka merasa tidak mampu menjadi tangan di atas kalau mereka tidak berkuasa, kalau mereka tidak mempunyai perusahaan atau bisnis sendiri.

Ini perlu sedikit dicerahkan … karena jalan untuk mengambil aksi nyata dengan tangan di atas sangat terbuka bagi siapapun. Anywhere — dimanapun, Any-time kapanpun. Bahkan meskipun Anda bukan pengusaha, bukan enterpreneur … dan karyawan, Anda BISA memposisikan tangan Anda di atas …
Anda bisa menjadi tangan di atas Sekarang Juga … dengan langkah-langkah praktis yang sederhana :

#1 INFAQ HARTA
Infaq-kanlah harta yang Anda dapat dari bekerja … Tidak semua orang mendapatkan kesempatan dari Allah swt untuk bisa menjadi karyawan, mendapatkan gaji yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama anak dan istri …

Anda tidak harus menjadi boss terlebih dahulu. Anda tidak harus menjadi pengusaha terlebih dahulu, untuk bisa memposisikan tangan di atas …

Minimal ZAKAT. Tunaikanlah per bulan … Dan toh Rasulullah dalam salah satu pelajaran, menunjukkan bahwa di sini perlombaannya bukan dalam hal kuantitatif : siapa lebih besar infaq atau shodaqohnya satu sama lain.
Tetapi lebih ke PERCENTAGE, berapa percent dari harta Anda yg dialirkan untuk ummat.
Action plan : Tingkatkan percentage infaq kita !

#2 INFAQ ILMU
Infaq-kanlah ilmu yang Anda punyai sesedikit apapun. Anda bisa jadi merasa, wah … masih banyak tuh yang lebih ahli !
Jangan mengkambing hitamkan orang lain ! setiap diri bertanggung jawab masing-masing. Ambil setiap kesempatan berbagi dengan ilmu Anda …

Berperanlah di berbagai blog, milis, atau web untuk berbagi ilmu … dengan ilmu apapun yang Anda miliki …
Hindari bersifat pasif, hanya listening, tanpa berkontribusi dan berpartisipasi — jangan bangga jika mendapatkan ilmu, tanpa memberikannya kembali … minimal Anda perlu mempunyai IZZAH untuk menyebarkan apa yang sudah Anda dapatkan.

Action plan : Tumbuhkan Izzah untuk malu kalau hanya mendapatkan ilmu, tanpa ikut menyebarkannya … dan memberikan apa yang Anda miliki.

#3 INFAQ OTORITAS
Infaq-lah dengan kekuasaan atau jabatan yang Anda miliki baik di perusahaan atau di organisasi. Misalnya Anda bekerja di perusahaan … ambilah aksi untuk mengarahkan perusahaan menjadi perusahaan yang tidak merusak lingkungan, perusahaan yang mensejahterakan karyawannya, perusahaan yang tidak meng-eksploitasi customer …

Action plan : Bangun suatu corporate culture yang bermanfaat untuk society, employee maupun customer !

#4 INFAQ KOMUNIKASI
Infaq-lah dengan akses komunikasi yang Anda miliki …. entah Anda blogger, miliser, webmaster, wartawan, jurnalis, penulis … baik full time maupun freelancer/sambilan … Anda bisa membantu banyak orang.
Sebaliknya meski Anda menjadi business owner atau enterpreneur, Anda bisa berada di sisi seberang. Bukannya menjadi seorang dermawan, tetapi Anda menjadi dzalim …

Action plan : Jangan hanya menjadi pembaca, tetapi sebarkanlah nilai-nilai positif melalui media apapun … Bagilah apa yang Anda yakini sebagai nilai-nilai kebaikan, kepada orang lain !

#5 INFAQ VISI
Infaq-lah dengan visi, semangat, ide-ide Anda ! Anda mempunyai ide-ide untuk masyarakat … semangat untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik ? Infaq-kanlah !
Bisa jadi Anda tidak bisa menindaklanjuti ide ini, dan Anda hanya bisa sebatas “omdo” atau no action talk only. Tidak apa-apa ! Selama omdo atau nato Anda bukan karena niat Anda … karena sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan-keterbatasan … sehingga meskipun kita ingin beraksi, ingin berbuat, sangat mungkin memang kita tidak mampu melakukannya …

Action plan : Berbagilah dengan semangat, visi dan ide-ide !

Mudah-mudahan semua itu membuka mata hati kita untuk beraksi SEKARANG JUGA. Jangan terjebak kepada suatu perlombaan kekuasaan dan kepemilikan. Karena dunia itu ibarat air laut …
Cobalah bersyukur dengan APA YANG SUDAH ANDA MILIKI, entah itu gaji, ilmu, wawasan, nilai-nilai budaya, semangat spiritual dll.

Perhatikanlah, bahwa di dunia ini, kita bisa menemukan mereka yang mempunyai otoritas/kekuasaan, dan juga ownership/kepemilikan atas usaha/bisnis malahan DZALIM.

Bukannya Anda menjadi dermawan, Anda malahan menjadi DZALIM karena posisi Anda sebagai owner dan otoritas bisnis membuat Anda bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang terjadi.

Ini beberapa yang seringkali BISA terjadi.

#1 Anda dzalim kalau menganggap karyawan adalah bawahan atau budak !
Anda memposisikan karyawan Anda sebagai bawahan? sebagai orang yang bergantung kepada Anda, seolah rizqi mereka tergantung kepada Anda … padahal Allah swt-lah Ar Rozaq … ?

Karyawan bekerja BERSAMA kita …
karena sejak Islam datang, perbudakan dihapuskan. semua karyawan bekerja bersama kita untuk mendapatkan upah.
Kita TIDAK MEMBERI apapun kepada karyawan, karena pada dasarnya kontrak antara kita dan karyawan adalah JUAL – BELI. Mereka menjual tenaga, pikiran dan waktu, kita membayar untuk itu.
Tidak ada yang di bawah. Tidak ada yang diatas.

Saya sejak dulu terbiasa mendapatkan information sharing dari tim manajemen, tentang target perusahaan, target yang sudah tercapai, dan action plannya. Kita tidak merasa boss “MEMBERI UANG KE KITA” Itu emang uang kita kok !

#2 Anda dzalim kalau Anda menggaji rendah karyawan
Anda menggaji karyawan Anda dengan upah yang rendah ? Ini sangat berbahaya, karena Anda melakukan exploitasi … Berapa banyak pengusaha yang bisa hidup mewah, sementara mereka menekan gaji buruh serendah-rendahnya ?
Bagaimana mungkin kita bisa menganggap pengusaha seperti ini sebagai dermawan ?

Bahkan untuk pembantu rumah tangga-pun Rasulullah mengedepankan budaya egaliter : mereka makan dengan makanan yang sama yang kita makan, mereka mendapatkan baju yang setara dengan yang kita pakai …

Catatan Out-Of-Topics :
bagaimanapun masalah gaji bersifat sensitif. Saya pernah menggaji seorang pembantu di Purwokerto dengan upah yang menurut saya wajar, tetapi ternyata kemudian pembantu di kompleks itu satu per satu pulang kampung. Ternyata gaji yang saya beri 300% di atas market value. Orang sekompleks jadi musuhin kita.

#3 Anda dzalim kalau Anda meng-exploitasi pengetahuan dan pendidikan !
Anda meng-exploitasi ruang-ruang yang selama ini secara budaya adalah ruang berbagi, ruang bekerjasama …
misalnya dunia pendidikan ?

Sejak bertahun-tahun, banyak orang telah terjun untuk berbuat amal, berbuat kebaikan dengan menjadi guru … mereka menyebarkan ilmu melalui SD, SMP, SMA … dan juga pesantren dan madrasah serta masjid kita …
Ilmu apapun mereka sebarluaskan, dengan penuh keikhlasan … Sungguh, satu fenomena yang menunjukkan bahwa Tangan Di Atas telah menjadi tradisi kita …

Tantangannya saat ini, dunia ini telah ter-eksploitasi untuk kepentingan kapitalisme. Bisnis pendidikan menjamur … Biaya pendidikan bukan lagi sebatas biaya operasional, dan kesejahteraan guru/pengajar/pendidik … Bukan lagi sebatas biaya yang dibutuhkan untuk membeli peralatan-peralatan belajar.

Biaya ini meningkat drastis karena kepentingan investasi. Banyak yang berlomba memanfaatkannya sebagai peluang bisnis. Dan mereka merasa menjadi “tangan di atas” ketika mempunyai bisnis-bisnis ini.

Sebuah paradoks. Karena jelas kita membutuhkan mereka yang bersedia memposisikan tangan di atas untuk mengembangkan lapangan pendidikan dan pengetahuan ini,
tetapi ketika segalanya dilakukan untuk mendapatkan PROFIT … dan menjadi INVESTASI USAHA (yg perolehannya dibandingkan dengan profit usaha-usaha lain), maka ini sesuatu yang menyesatkan.

#4 Anda dzalim kalau toko Anda membuat jalanan macet
Anda membuat toko atau mall yang membuat jalanan macet ! Karena toko Anda laku keras … orang-orang memparkir sepeda ontel, sepeda motor sampai mobil-mobil di depan toko Anda … Dan membuat jalanan tersumbat.

#5 Anda dzalim kalau Anda mencemari lingkungan hidup.
Anda menjadi pengusaha yang merusak lingkungan, mendapat untung besar tetapi membuang limbah, sampah yang mengganggu masyarakat.

Misalnya Anda mempunyai bisnis catering … tetapi limbahnya Anda buang sembarangan. Bau dinikmati orang-orang di sekitar …
Atau Anda percayakan ke tukang sampah, tetapi ternyata tukang sampah itu, tanpa Anda ketahui membuangnya ke sungai ! Emang pernah kita ngecek kemana tukang sampah itu membuang sampahnya ?

#6 Anda dzalim kalau bisnis Anda MEMATIKAN bisnis orang lain apalagi saudara
Bisa jadi Anda bangga berhasil MEMENANGKAN KOMPETISI BISNIS, menguasai pasar, orang-orang membeli ke toko Anda …
Tapi pernahkah Anda terpikir bahwa bisa jadi ada seorang pedagang yang anak-anaknya kini kelaparan … karena toko dia ditutup karena ANDA KALAHKAN ?
Berapa banyak pasar tradisional kita runtuh, toko-toko kecil tumbang karena mall, minimarket … Yg bisa jadi milik kita-kita yang punya semangat berusaha …

Ini perlu ditekankan, karena saking semangatnya untuk bisa menjadi dermawan, banyak orang terjebak pada semangat menjadi pengusaha … untuk bisa punya otoritas, untuk bisa menjadi Business Owner … tapi bisa jadi saat itu mereka malahan merugikan orang lain. Minimal membuat orang lain GAGAL.

#7 Anda dzalim kalau bisnis Anda mengenalkan budaya yang tak sesuai tradisi kita
Anda misalnya membuka Warnet-warnet … Anda mendapatkan banyak keuntungan. Tetapi itu dari layanan game online. Anak-anak sekolah teracuni melalui Warnet Anda …

Nah,
semua ini menunjukkan bahwa untuk beramal, untuk menjadi dermawan, tidak perlu menunggu-nunggu.

So, tunggu apa lagi … Anda bisa menjadi tangan di atas. Sekarang juga ! Baik Anda pengusaha, atau Anda karyawan … semua sama-sama mempunyai peluang menjadi orang dzalim atau orang yang tangannya di atas

Anda yang memilih … maka mengapa tidak mulai beraksi ? Sekarang juga ! Check 5 hal ini, dan just do it : Infaq harta, infaq ilmu, infaq otoritas, infaq akses komunikasi, infaq ide …

3 Responses to “Motivasi”

  1. HARYONO said

    materi ini cukup bagus untuk memotivasi seseorang beramal soleh dengan apa yang dimilikinya apapun itu yang penting bermanfaat bagi orang lain

  2. Arina H said

    Kapanpun dan di manapun serta kepada siapapun kemurahan hati, keikhlasan yang dilandasi iman yang lurus akan meninggalkan jejak kemuliaan……

  3. kaston oloan panggabean, SE said

    Siapapun orangnya jika punya iman pasti akan mendapatkan kemurahan dimana orang tersebut, misalnya jika kita hendaklah menjalankan sholat haruslah membersihkan diri terlebih dahulu sehingga apa yang akan diperbuat akan menjadi berhasil baik didalam diri sendiri maupun dalam kehidupan keluarga,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: